You are currently browsing the category archive for the 'Health' category.

Berbicara tentang merokok, saya teringat sebuah lelucon gusdur disalah satu media online. Salah seorang teman gusdur semasa kuliah adalah perokok berat, suatu hari gusdur berbicara kepada temannya tersebut “apakah kamu tau kalo tiap batang rokok dapat memperpendek umur”. Temannya menjawab “Iya, tapi kalo tidak merokok, besok aku bisa mati”.

Tumbuh dilingkungan perokok sedikit banyak mengubah pandangan saya terhadap para penikmat tembakau itu. Hingga saat ini, merokok dapat dianggap merupakan salah satu cara menjembatani komunikasi. Tidak jarang, disaat orang memulai pembicaraan dengan orang tak dikenal dengan bertanya “ada korek mas ?”. Bahkan salah satu filem legendaris Indonesia “G30S/PKI” yang konon ditayangkan tiap tahun itu berulang kali menampilkan adegan close up bibir hitam anggota PKI yang sedang merokok sembari membicarakan agenda rapat. Dan entah apa yang merasuki pikiran anak SD untuk mencoba mengisap sebatang sampoerna amild sambil bersembunyi di wc sekolah yang aromanya alhamdulillah bisa bikin perut mual. Yang jelas, rokok sudah menjadi salah satu kebutuhan sekunder – primer (tergantung duit dikantong).

Efek Candu Nikotin Melebihi Kokain dan Morfin

Selasa, 24 Februari 2009 | 14:38 WIB
JAKARTA, SELASA — Banyaknya kandungan zat dalam rokok tidak diungkiri sangat berbahaya. Salah satunya adalah nikotin yang ternyata efeknya melebihi kokain dan morfin yang jelas dilarang peredarannya.

“Sekitar lima sampai sepuluh persen sifat adiktif nikotin lebih tinggi daripada kokain dan morfin,” kata dokter spesialis paru-paru, Menaldi Rasmin, dalam diskusi kesehatan di Hotel Millenium Jakarta, Selasa (24/2).

Dokter yang juga mantan Dekan Fakultas Kedokteran UI itu mengatakan, pengaruh adiktif nikotin mampu meningkatkan rangsangan pada otak 300-400 persen setiap tahunnya. Sehingga, keadaan sesulit apa pun bagi perokok, otak akan memengaruhi bahwa rokok menjadi salah satu jalan keluar dan memberi ketenangan.

Selain itu, sifat adiktif tersebut juga memengaruhi pertumbuhan konsumsi rokok seseorang yang telah melebihi kecepatan pertumbuhan penduduk hingga tiga kali pada sebuah negara. Saat ini tercatat epidemi merokok telah mencapai 1,3 miliar orang.

“Parahnya, peningkatan perokok wanita sangat signifikan. Rata-rata mereka memulai dengan rokok keretek yang kadar tar tiga kali lebih tinggi,” tambah Menaldi.

Cara paling efektif, lanjut Menaldi, sebagai upaya menolong perokok dari kecanduan terus-menerus adalah tidak melarangnya secara frontal. Sebab orang merokok sama halnya seperti kecanduan narkotika sehingga harus ditemani, dipahami masalahnya, dan dicarikan jalan keluar bersama-sama dalam upaya berhenti dari merokok. “Hal ini juga untuk menekan pertumbuhan para perokok pemula yang telah mencapai siswa sekolah dasar,” tambahnya.

source

Hari ini terjadi lagi kecelakaan kerja dua tambang di cina yang menewaskan 36 orang dan 61 orang lainnya belum diketemukan. Sejauh ini kecelakaan kerja di wilayah pertambangan di Cina merupakan yang tertinggi di dunia saat ini. Tahun lalu, pertambangan cina telah menewaskan hampir 3800 orang yang umumnya disebabkan oleh ledakan.

Tambang batubara Cina merupakan penghasil batubara terbesar didunia dengan produksi 2.4 milyar ton per tahun.

source

Champ Team
Hereby I present the champion of BAPOR KPC’s Basket Ball Cup 2008. Thank you all for participating in this tournament. Team member : (front row : left to right) Pantas, Taufik, Agus P, Niar, Dharma (back row) Aridson, Mono, Barkah, Agung, Eko, Ferly, Jafnie.

Bisphenol-A Symbol

Bisphenol A (BPA) salah satu bahan plastik yang digunakan pada berbagai botol minuman dan botol susu bayi ditetapkan sebagai bahan yang tidak berbahaya bagi kesehatan oleh badan pengawas makanan dan obat – obatan amerika (FDA). BPA yang biasa disimbolkan dengan angka 7 dan simbol daur ulang ini sebelumnya dinyatakan sebagai bahan yang dapat merusak hormon manusia. Kanada merupakan negara pertama yang menetapkan BPA sebagai bahan berbahaya sedangkan eropa dan amerika serikat telah menjamin bahan ini masih didalam ambang batas bahan toxic yang diizinkan.

Kebiasaan jelek masyarakat Indonesia adalah menggunakan botol aqua bekas untuk diisi ulang dengan air minum. Bahan botol aqua tersebut Polyethylene Perephthalate (PETE) yang hanya boleh digunakan sekali pakai saja. PETE ini disimbolkan oleh angka 1 dibawah botol kemasan. Bahan plastik yang saat ini dikatakan aman untuk makanan adalah Low Density Polyethylene (LDPE) dan Polypropylene (PP) masing – masing disimbolkan angka 4 dan 5. Sebaiknya jika tidak terpaksa hindarkan bayi anda untuk minum susu dari botol plastik, karena kemungkinan besar pertumbuhan si bayi akan kurang maksimal.

source : Wall Street Journal dan okezone.com